Beberapa Cara Merawat Paving Block Selama Masa Pembekuan

Curing adalah perlakuan atau perawatan terhadap paving block selama
masa pembekuan. Pengukuran Curing diperlukan untuk menjaga kondisi
kelembaban dan suhu yang diinginkan pada paving block, karena suhu dan
kelembaban di dalam secara langsung berpengaruh terhadap sifat-sifat paving
block. Pengukuran Curing mencegah air hilang dari adukan dan membuat lebih
banyak hidrasi semen. Untuk memaksimalkan mutu paving block perlu diterapkan
pengukuran Curing sesegera mungkin setelah paving block dicetak. Curing
merupakan hal yang kritis untuk membuat permukaan paving block yang tahan
terhadap beban yang berat.

Curing harus dibuat pada setiap bahan bangunan, bagian konstruksi atau
produk yang menggunakan semen sebagai bahan baku. Hal ini karena semen
memerlukan air untuk memulai proses hidrasi dan untuk menjaga suhu di dalam
yang dihasilkan oleh proses ini demi mengoptimalkan pembekuan dan kekuatan
semen. Pengaturan suhu di dalam dengan air disebut Curing. Proses hidrasi yang
tidak terkontrol akan menyebabkan suhu semen kelebihan panas dan kehilangan
bahan-bahan dasar untuk pengerasan dan kekuatan akhir produk semen seperti
beton, mortar, dan lain-lain. Curing yang baik berarti penguapan dapat dicegah
atau dikurangi. Secara umum ada 3 jenis utama Curing yang digunakan pada
sektor konstruksi, yaitu:

a. Curing air
Curing air adalah yang paling banyak digunakan. Ini merupakan sistem
dimana sangat cocok untuk konstruksi rumah dan tidak memerlukan
infrastruktur atau keahlian khusus. Bagaimanapun Curing air memerlukan
banyak air yang mungkin tidak selalu mudah dan bahkan mungkin mahal.
Untuk mengekonomiskan penggunaan air perlu dilakukan pengukuran untuk
mencegah penguapan air pada produk semen. Misal beton harus dilindungi
dari sinar matahari langsung dan angin untuk mencegah penguapan air yang
cepat. Cara seperti menutup beton dengan pasir, serbuk gergaji, rumput dan
dedaunan tidaklah mahal, tetapi masih cukup efektif. Selanjutnya plastik,
goni bisa juga digunakan sebagai bahan untuk mencegah penguapan air
dengan cepat. Sangat penting seluruh produk semen (batako, paving block,
batu pondasi, bata pondasi, pekerjaan plaster, pekerjaan lantai, dll) dijaga
tetap basah dan jangan pernah kering, jika tidak kekuatan akhir produk semen
tidak dapat dipenuhi. Jika proses hidrasi secara dini berakhir akibat kelebihan
panas (tanpa Curing), air yang disiram pada produk semen yang telah kering
tidak akan mengaktifkan kembali proses hidrasi, kehilangan kekuatan akan
permanen. Pada Curing air, produk semen harus dijaga tetap basah (misal
dengan menutup produk dengan plastik) untuk lebih kurang 7 hari.

b. Curing uap air
Curing uap air dilakukan dimana air sulit diperoleh dan semen
berdasarkan unsur-unsur bahan setengah jadi seperti slop toilet, ubin, tangga,
jalusi dan lain-lain diproduksi masal. Curing uap air menurunkan waktu
Curing dibandingkan dengan Curing air biasa lebih kurang sekitar 50 – 60%.
Prinsip kerja Curing uap air adalah dengan menjaga produk semen pada
lingkungan lembab dan panas yang membolehkan semen mencapai kekuatan
lebih cepat dari pada Curing air biasa. Untuk menghasilkan lingkungan
lembab dan panas ini perlu dibuat suatu ruang pemanasan sederhana dengan
dinding dan lantai penahan air yang ditutup dengan plastik untuk membuat
matahari memanaskan ruang pemanasan dan mencegah air menguap. Tinggi
permukaan air dari lantai sekitar 5 sampai 7 cm dijaga setiap waktu agar
prinsip kerja sistem penguapan dapat bekerja.

c. Curing uap panas
Curing uap panas biasanya hanya digunakan pada pabrik yang sudah
canggih yang memproduksi produk semen secara massal. Sistem Curing uap
panas mahal dan membutuhkan banyak energi untuk membangkitkan panas
yang dibutuhkan untuk uap panas. Bagaimanapun, produk Curing uap panas
dapat digunakan setelah kira-kira 24 – 36 jam setelah produksi, yang
mempunyai keunggulan dibandingkan Curing sistem lainnya.
Pada dasarnya semua aturan dan regulasi untuk pembuatan beton secara
benar diikuti, kekuatan beton dapat diperoleh seiring dengan waktu.
Bagaimanapun, tingkat kenaikan kekuatan akan berkurang dengan waktu